Laporan Program Bantuan Akhir Musim Dingin Suriah 2017

Musim dingin merupakan ujian yang sangat berat bagi rakyat Suriah yang hingga saat ini masih berada dalam suasana perang. Musim ini biasanya bermula di bulan Desember kemudian berakhir di bulan Februari. Bulan Januari, merupakan puncak musim dingin hingga salju tebal pun turun dan menyelimuti jalanan.

Memperhatikan hal tersebut, Peduli Muslim menjadikan program bantuan musim dingin sebagai program rutin tahunan. Di tahun 2017 ini, Peduli Muslim mengirimkan 4 relawan untuk menjalankan program ini, yaitu:

  1. Muhammad Ariffudin, Sp.Ot
  2. Khanif Muslim
  3. Lulus Prasetyo
  4. Zainuddin Mahmud

Tim berangkat dari Jakarta dengan pesawat Saudi Airlines dengan transit di kota Jeddah, kemudian landing di Bandara Ankara. Setelah satu hari istirahat, tim melakukan kunjuangan ke kantor KBRI Ankara. Di hari berikutnya, tim beralih ke kota Istanbul untuk mengadakan kunjungan ke kantor IHH, NGO terbesar di Turki yang memiliki concern dalam hal urusan pengungsi Suriah.

Hari berikutnya, tim mulai melakukan perjalanan ke propinsi Hatay dengan pesawat udara domestik. Setelah landing di bandara Hatay, tim dijemput dengan mobil kemudian melanjutkan ke distrik Reyhanli.

Reyhanli kini berbeda, tidak seperti ketika Peduli Muslim mengunjungi daerah ini dua dan tiga tahun yang lalu. Kini, sistem keamanannya semakin ketat. Di mana-mana polisi dan tentara tersebar di jalanan dengan peralatan dan unit lengkap. Check point di mana-mana, apalagi di kawasan perbatasan. Tidak sedikit mobil maupun bus dihentikan untuk pemeriksaan. Alhamdulillah meskipun demikian, Tim Peduli Muslim terus mendapatkan kemudahan dari Allah hingga tim dapat berada di perbatasan dengan aman. Sikap pemerintah Turki yang mengetatkan sistem keamanan ini dapat kami maklumi karena ketika itu ancaman teror dari ISIS meningkat.

Situasi keamanan di perbatasan yang belum kondusif membuat tim memutuskan untuk tidak menembus perbatasan ke Suriah. Bantuan tetap disalurkan ke dalam Suriah hanya saja penyalurannya melalui para relawan yang merupakan warga negara asli Suriah. Mereka mempunyai dokumen resmi yang memungkinkan keluar masuk perbatasan Turki – Suriah secar legal. Adapun tim dari Indonesia, tetap menyalurkan  bantuan bagi warga Suriah, tetapi di kawasan perbatasan yang masih masuk daerah administratif negara Turki.

Alhamdulillah, selama di perbatasan tim mengunjungi tiga tempat penampungan korban perang Suriah, yaitu:

  1. Rumah penampungan para janda
  2. Rumah penampungan anak-anak yatim
  3. Rumah perawatan orang-orang sakit

 

Pertama: Rumah penampungan para janda

Banyak para janda yang kami temui, berasal dari wilayah Aleppo. Suami mereka meninggal akibat perang, yang mengharuskan mereka mengungsi dan mencari tempat yang lebih aman di perbatasan Turki. Sebagian di antara mereka mencoba mencari bekal survive dengan mengikuti pelatihan keterampilan menjahit. Menurut pengamatan kami, kondisi mereka cukup tertangani dengan baik. Alhamdulillaah.

 

Kedua: Rumah penampungan anak-anak yatim

Perang Suriah yang berkepanjangan, menyebabkan jutaan anak-anak Suriah menderita. Tidak sedikit di antara mereka yang kehilangan orang tuanya. Dalam kesempatan di Reyhanli, Peduli Muslim memberikan santunan sebesar $ 50.000 atau senilai Rp. 670.000.000 (kurs Rp 13.400) untuk 250 anak yatim, yang diberikan bertahap selama tiga bulan.

 

Ketiga: Rumah penampungan orang-orang sakit terdampak perang

Karena situasi dalam negeri Suriah yang masih belum kondusif, banyak orang-orang sakit atau terluka akibat terdampak perang, menjalani pengobatan dan perawatan di Turki. Banyak fasilitas medis di Suriah yang hancur lebur terkenan bom. Seperti kejadian ketika kami masih berada di perbatasan Turki Suriah di bulan Februari 2017 lalu, terjadi pengeboman di rumah-rumah sakit di Aleppo. Dalam dokumentasi  yang dirilis Palang Merah Internasional, terlihat ranjang perawatan habis, mobil-mobil Ambulance terbakar, dan fasilitas-fasilitas kesehatan dihancurkan. Tidak mengherankan apabila kondisi tersebut menjadikan Turki sebagai kawasan harapan bagi banyak penduduk Suriah untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam kunjungan ke rumah penampungan dan perawatan orang-orang sakit ini, Peduli Muslim memberikan santunan 100 dollar Amerika kepada setiap pasien.

Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Dalam Negeri Suriah

Dikarenakan menembus perbatasan Suriah belum memungkinkan, penyaluran bantuan kemanusiaan Peduli Muslim kami titipkan melalui relawan lokal yang sebelumnya sudah kami rekrut. Mereka adalah warga negara asli Suriah, dan memiliki dokumen kependudukan resmi yang memungkinkan bagi mereka untuk keluar masuk Turki dan Suriah secara legal.

Kami mengalokasikan dana sekitar $ 100,000,00 untuk program penyaluran ini. Sebagiannya digunakan untuk membantu anak-anak korban perang, sebagiannya lagi digunakan untuk membelikan paket logistik bagi warga Suriah.

Keutamaan Penduduk Syam

Suriah merupakan kawasan terbesar dari wilayah Syam (selain Palestina, Yordania, dan Lebanon). Merupakan suatu kehormatan bagi kita apabila diberkan kemudahan dari Allah untuk membantu masyarakat Syam, karena mereka memiliki keutamaan
sebagaimana disebut dalam sebuah hadits, dari shahabat nabi Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu bahwasannya ia berkata,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Keberuntungan bagi penduduk Syam,” Maka, kami bertanya, “Karena apa, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,”Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka (penduduk Syam).” [H.R. Tirmidzi]

Alhamdulillah, dengan adanya kunjungan ini, warga Suriah semakin mengenal rasa solidaritas & persaudaraan bangsa Indonesia. Ini adalah nikmat yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Leave a Reply